Penanganan Demam Pada Penderita DBD

12 Feb 2019
kategori Kesehatan
DBD

Apa itu Demam Berdarah dan Apa Penyebabnya???

Demam berdarah adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Ada bermacam-macam jenis virus, tetapi di Indonesia hanya terdapat 2 jenis virus penyebab demam berdarah yaitu virus dengue dan virus chikungunya.

Di antara kedua jenis virus yang ada, virus dengue merupakan penyebab terpenting dari demam berdarah. Oleh karena itu, penyakit demam berdarah lebih dikenal dengan nama demam berdarah dengue, sesuai dengan nama virus penyebabnya.

Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui gigitan vektor pembawanya, yaitu nyamuk Aedes aegypti betina dan Aedes albopictus yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah.

Siapa Saja yang Terkena Demam Berdarah???

Demam Berdarah merupakan suatu penyakit yang sering terjadi pada daerah tropis seperti di Indonesia. Jumlah penderita penyakit ini cukup tinggi terjadi pada anak-anak (antara usia 4-10 tahun) walaupun dapat pula mengenai bayi di bawah usia 1 tahun. Akhir-akhir ini demam berdarah banyak juga mengenai dewasa muda (usia 18-25 tahun). Laki-laki dan perempuan sama-sama dapat terkena demam berdarah tanpa terkecuali.

Balita dan anak-anak sekolah seringkali menjadi sasaran gigitan nyamuk betina yang biasanya menggigit pada pagi dan siang hari. Hal ini dikarenakan vektor pembawa demam berdarah yaitu nyamuk Aedes aegypti yang senang hidup di dalam rumah (terutama pada tempat penampungan air bersih) dan juga nyamuk Aedes albopictus hidup di luar rumah, misalnya di kebun yang rindang.

Bagaimana Melihat Gejala Demam Berdarah???

Untuk melihat apakah demam yang menyerang merupakan demam berdarah atau bukan, maka kita harus mengetahui gejala- gejala Demam Berdarah sebagai berkut:

  1. Demam tinggi yang mendadak (38 °C - 40 °C) berlangsung selama 2-7 hari
  2. Pada pemeriksaan uji torniquet, muncul bintik-bintik perdarahan.
  3. Mimisan, gusi berdarah dan buang air besar dengan kotoran bercampur lendir dan darah.
  4. Tekanan darah menurun
  5. Hasil pemeriksaan laboratorium darah antara hari ke-3 sampai hari ke-7 demam dapat terjadi penurunan jumlah trombosit.
  6. Gejala klinis seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan, sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.
  7. Terdapat keluhan pegal/sakit pada persendian.
  8. Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.

Bagaimana Pencegahan DBD dan Penanganan Demam Pada DBD???

Demam berdarah yang terjadi dapat dicegah dengan 3 M seperti yang dianjurkan oleh pemerintah melalui himbauan layanan masyarakat, yaitu :

MENGURAS

Menguras tempat penampungan air secara rutin, seperti bak mandi dan kolam. Sebab dapat mengurangi jumlah nyamuk yang berkembang biak. Atau memasukkan beberapa ikan kecil ke dalam bak mandi atau kolam. Sebab ikan akan memakan jentik nyamuk.

MENUTUP

Menutup tempat-tempat penampungan air. Setelah melakukan aktivitas yang berhubungan dengan tempat air sebaiknya Anda menutupnya agar nyamuk tidak dapat meletakkan telurnya ke dalam tempat penampungan air. Sebab nyamuk demam berdarah sangat menyukai air yang jernih untuk berkembang biak.

MENGUBUR

Kuburlah barang – barang yang tidak terpakai yang dapat memungkinkan terjadinya genangan air.

Gejala-gejala pada penderita demam berdarah biasanya diawali dengan demam yang tinggi sehingga tubuh banyak kehilangan cairan. Oleh karena itu, berikanlah minum sebanyak 2 liter sehari dengan harapan dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Demam yang tinggi juga dapat menyebabkan kejang pada anak, terutama pada anak yang mempunyai riwayat kejang bila demam tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya segera diberikan obat penurun demam. Terdapat banyak golongan obat penurun demam, tapi yang sering dipakai hanya tiga jenis, yaitu parasetamol, ibuprofen, dan asetosal.

Untuk penderita demam berdarah sebaiknya dipilih obat yang berasal dari golongan parasetamol. Jangan berikan golongan ibuprofen atau aspirin, karena dapat merangsang lambung sehingga akan memperberat bila terdapat perdarahan lambung. Aspirin dan golongan antiinflamasi non-steroid seperti ibuprofen justru dapat meningkatkan risiko pendarahan.

Untuk penanganan lebih lanjut, periksakan penderita demam berdarah ke dokter, karena dapat terjadinya syok antara hari ke-4 sampai hari ke-5 demam.